Galileo berkata, "Aku pikir tidaklah perlu untuk percaya bahwa Tuhan yang
telah memberi kita perasaan, akal dan kepintaran adalah sama dengan Tuhan
yang menginginkan kita tidak menggunakan pemberianNya itu, hingga kita perlu
mencari jalan lain untuk mendapatkan pengetahuan yang dapat kita peroleh
dengan menggunakan pemberianNya itu."
Pernyataan di atas masih berlaku sekarang. Tuhan telah mengaruniakan manusia
bermacam-macam indra perasa, termasuk akal yang dapat kita gunakan untuk
mencapai hidup yang lebih baik. Indra yang diberikanNya itu seharusnya
membawa kita kepada kesadaran dan kemakmuran, bukan sebaliknya. Apakah
mungkin Tuhan memberi karunia itu hanya kepada segelintir manusia dan
membiarkan lainnya dalam kebingungan?
Kecerdasan adalah kemampuan untuk membedakan antara yang benar dan yang
salah, yang nyata dan bayangan belaka. Definisi Islam tentang kecerdasan
(intelligence) adalah kemampuan untuk menyadari kemutlakan Allah dan
kerelatifan segala sesuatu selain dia.
Qur'an mengecam orang-orang yang telah meninggalkan agama itu sebagai
orang-orang yang tidak dapat berpikir, 'la ya'quilun', orang-orang yang
tidak dapat menggunakan kecerdasan mereka secara benar.
Memang semua agama didasarkan pada rasa takut. Takut akan hal yang tidak
diketahui. Takut akan kematian. Namun, dengan berlalunya waktu, agama-agama
lain banyak yang bisa mencari jalan untuk mengubah diri. Tapi Islam lain
daripada yg lain. Islam membanggakan diri sebagai agama yang tidak pernah
berubah. Revolusi Islam di Iran adalah contoh yang jelas. Kita tidak perlu
kembali ke 1400 tahun yang lalu untuk melihat apa yang dilakukan oleh nabi
Islam. Kita bisa lihat jiplakannya yang persis di dalam kata-kata
pengikutnya, Ayatollah Khomeini dan presiden Iran, Ahmadinejad. Begitulah
cara Islam berkembang cepat di seluruh dunia. Melalui penyebaran TERROR dan
rasa takut.
KATA KHOMEINI:
"Qur'an berkata; bunuhlah, tawanlah! Mengapa kamu terus bergantung pada
belas kasih? Belas kasih itu melawan Tuhan. Mehrab berarti tempat perang,
tempat berkelahi. Di luar mehrab peperangan mesti terus berlangsung, sama
seperti perang-perang Islam dulunya juga berlangsung terus di luar mehrab.
Nabi mempunyai pedang untuk membunuh orang. Imam2 suci kita adalah
orang-orang militer. Mereka semua prajurit. Mereka menyambar perang, mereka
sudah biasa membunuh orang. Kita perlu seorang Khalifa yang akan memotong
tangan, memenggal kepala dan merajam orang."
"Seperti yand dilakukan oleh Rasul Allah dalam memotong tangan, memenggal
kepala dan merajam orang; seperti yang dia lakukan dalam membantai
orang-orang Yahudi dari Bani Qurayza karena mereka adalah orang-orang yang
tidak puas. Jika Nabi memerintahkan membakar rumah atau memusnahkan satu
suku, itu adalah adil."
Banyak cendekiawan Islam yang bersumpah bahwa Islam adalah agama yang logis
(masuk akal), bijaksana, moderat dan damai. Mereka bersumpah bahwa Islam
mengundang orang menuju pengertian yang dalam dan pengetahuan dan menaikkan
derajat wanita dalam masyarakat. Ini sangat jauh dari kebenaran. Islam tidak
tahan terhadap apa yang namanya logika dan tidak mengundang manusia kepada
pemahaman yang mendalam, tetapi malah menjebak manusia dengan racun yang
mematikan. Begitu seseorang menjadi Muslim, tidak ada lagi jalan keluar.
Islam memaksa wanita memakai 'hijab', lambang keterbelakangan, kebodohan dan
kefanatikan. Wanita adalah warga negara kelas kedua di dunia Muslim. Nabi
Muhammad meniduri istrinya yang baru berumur 9 tahun. Manusia macam apakah
itu, apalagi seorang Nabi, yang bisa melakukan tindakan pedophilia begitu?
Qur'an mengatakan bahwa wanita boleh dipukul suami mereka, tapi wanita
Muslim kelihatannya mau menerima saja kebengisan ini, atau mungkin mereka
tidak tahan lagi dan mau lari meninggalkan Islam. Qur'an memperbolehkan
empat istri, tetapi Muhammad mempunyai paling sedikit 20, atau mungkin
lebih. Mereka bilang di surga wanita di rantai di mana-mana buat memuaskan
nafsu lelaki.
Islam jelas-jelas tidak sesuai dengan logika dan demokrasi. Malah
sebenarnya, Islam itu anti kebebasan dan kemerdekaan. Masalahnya dengan
cendekiawan Islam adalah: mereka masih tidak mau mengakui bahwa jin nya
telah keluar dan sudah terlambat untuk dimasukkan kembali ke dalam botol.
Khoshroo Gholamali, wakil menteri luar negeri dan hukum republik Islam,
berkata dalam konferensi kebijaksanaan keamanan di Munich berkata, "Tujuan
utama Islam adalah mencapai keseimbangan antara hukum Islam dan mekanisasi
demokrasi. Kaum ekstrimis telah memanipulasi, menyalahartikan dan membajak
hukum Islam."
Apa yang dikatakan Mr. Gholamali itu menyesatkan dan tidak benar. Apa yang
tidak dikatakan oleh Mr. Gholamali adalah apa yang telah dicapai oleh
Republik Islam selama 27 tahun terakhir ini sebagai model (contoh) negara di
dunia Islam. Dia tidak menyebutkan hukum mati, pencambukan, perajaman dan
pemenggalan kaki tangan di depan umum yang terjadi sejak agama damai ini
menyerbu Iran.
Dia tidak membicarakan pendukungan terhadap terorisme internasional dan
domestik melalui jihad Islam, pembentukan Hezbollah yang telah melakukan
serangan teror terhadap orang-orang tidak berdosa dan dukungan terhadap
Islam fundamentalis. Dia tidak mengatakan bahwa agama yang moderat ini
menekan pemeluk agama minoritas di Iran dan membuat mereka melarikan diri ke
luar negeri. Dia tidak menyebut bagaimana bengisnya orang Islam memperkosa
gadis-gadis sebelum mereka dihukum mati. kKrena Islam melarang menghukum
mati gadis perawan, memperkosa mereka adalah sangat Islamis. Benar, Islam
sangat demokratik, tepapi hanya untuk teroris Islam.
Javid Amir dalam artikelnya "Views of a Muslim-American (Pandangan seorang
Muslim Amerika)" berkata "haruslah dimengerti bahwa sangatlah salah
memandang Islam sebagai agama yang pada dasarnya ganas dan fanatik. Islam
adalah agama dunia dan tidak ada sesuatu yang ekstrim, monolithic dan
anti-barat dalam Islam. Berdasarkan ajarannya, Islam itu tidak dapat
disalahkan (blameless) seperti halnya agama-agama besar dunia lainnya."
Tapi, Mr. Amin, Islam ADALAH agama yang dasarnya ganas dan fanatik. Semuanya
telah ditulis dalam buku suci al Qur'an. Berhentilah menipu orang, dan
hadapilah fakta. Masalah dalam Islam bukan hanya dalam buku sucinya, tetapi
juga dalam hidup nabinya sendiri. Muslim tidak berhenti-hentinya mengatakan
bahwa orang menyalah-artinya Quran, tetapi mereka tidak mengakui bahwa Rasul
Allah sendiri hidup secara nista dan pengikut-pengikutnya hany mengikuti
contohnya.
Karena cara hidup Muhamad-lah Muslim berkelakuan biadab, menimbulkan
huru-hara dan membakar mobil dan kedutaan besar setiap kali seseorang
menggambar kartun nabi suci itu. Tingkah laku Rasul Allah itu adalah cap
sekte sesat. Dengan kata lain, kita tidak dapat membandingkan Islam dengan
agama-agama lain. Karena tingkah laku narcissistik nabi itu Islam telah
jatuh dalam kategori sekte sesat, bukan agama.
Benar, Islam adalah sekte sesat yang dimulai seorang Arab dari Mekah di
Arabia, yang bernama Muhamad, yang hidup antara tahun 570-632 A.D. Problem
yang besar sekarang adalah sangat susah memaksa pengikut sekte sesat ini
menggunakan akal mereka. Brainwashing (pencucian otak) yang terjadi sudah
sangat mendalam.
Menurut Muslim, nabi Islam ini adalah Khataman Nabiyyeen (nabi terakhir) dan
Allah tidak akan mengutus nabi-nabi lagi. Jika Tuhan memilih orang seperti
Muhammad, yang membantai, memperkosa, menteror, membunuh banyak orang tidak
berdosa dengan pedang Islam, Tuhan yang kita hadapi itu pasti Tuhan teroris.
Sebelum kita sanggup mengerti hal ini dan sebelum kita menghentikan
penyebaran penyakit menular ini, banyak orang tidak berdosa yang akan terus
mati. Keselamatan masyarakat dunia tergantung pada seberapa cepat manusia
akan mengerti bahwa Islam adalah musuh terbesar umat manusia.