Google Groups no longer supports new Usenet posts or subscriptions. Historical content remains viewable.
Dismiss

Apa yang dinyatakan dalam beberapa ayat al-Quran bahwa mengejek (menertawakan) Allah Swt beserta ayat-ayat (firman)-Nya dan Rasul-Nya itu adalah kufur.

8 views
Skip to first unread message

The Superman Batman

unread,
May 5, 2008, 1:14:27 PM5/5/08
to
Apa yang dinyatakan dalam beberapa ayat al-Quran bahwa mengejek
(menertawakan) Allah Swt beserta ayat-ayat (firman)-Nya dan Rasul-Nya itu
adalah kufur.
Allah Swt berfirman:

"Orang-orang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat
yang menerangkan apa yang tersembunyi di dalam hati mereka. Katakanlah
kepada mereka, "Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan Rasul-Nya)."
Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti. Dan jika kamu
tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka
akan menjawab, "Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main
saja." Katakanlah, "Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan Rasul-Nya kamu
selalu berolok-olok?" Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah
beriman. Jika Kami memaafkan segolongan dari kamu (lantaran mereka taubat),
niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah
orang-orang yang selalu berbuat dosa." (at-Taubah: 64-66)

Bukti petunjuknya, bahwa ayat-ayat di atas menyatakan bahwa mengejek Allah
Swt beserta ayat ayatNya dan Rasul-Nya itu adalah tindakan kufur. Maka,
tentunya mencaci maki itu lebih kufur lagi. Begitu pula, ayat-ayat di atas
juga menunjukkan bahwa setiap orang yang mencela Rasulullah baik itu dengan
serius maupun bercanda, maka sungguh dia telah menjadi kafir.

Diriwayatkan dari beberapa ahli ilmu, di antaranya Ibnu Umar, Muhammad bin
Ka'ab, Zaid bin Adam, dan Qatadah, yang mana hadits sebagian mereka ada yang
masuk ke dalam hadits sebagian yang lainnya, yaitu bahwa pada perang Tabuk
ada seorang lelaki dari kalangan munafik yang berkata, "Aku belum pemah
melihat orang-orang seperti para ahli qira'at kami ini yang paling menyukai
urusan perut, paling pendusta mulutnya, dan paling penakut sewaktu
bertemu."-yakni Rasulullah beserta para sahabatnya yang ahli qira'at-Lalu
'Auf bin Malik pun berkata kepadanya, "Kamu telah berdusta, bahkan kamu
adalah seorang munafik. Sungguh, aku akan laporkan kepada Rasulullah ."

Kemudian, 'Auf bergegas menghadap Rasulullah dengan menunggangi ontanya.
Begitu sampai, dia pun berkata, "Wahai Rasulullah , sesungguhnya kami
bermain-main dan mengobrol bersama rombongan hanya untuk menghilangkan
kepenatan perjalanan." Ibnu Umar berkata, "Seolah-olah aku melihatnya
bergantung pada pelana onta Rasulullah , namun ada batu yang menghalangi
kedua kakinya, dan dia pun berkata, "Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau
dan bermain-main."
Lalu Rasulullah berkata kepadanya:
"Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?"
tanpa berpaling kepadanya, tak lebih.
Mujahid berkata, salah seorang munafik berkata, Muhammad berkata kepada kami
bahwa onta si fulan berada di lembah ini dan ini. Apa memang dia
mengetahuinya melalui ke-ghaib-an? Lalu Allah Swt pun menurunkan ayat ini.
Ma'mar bin Qatadah berkata, sewaktu Nabi berada di tengah perang Tabuk,
sementara serombongan kaum munafik berjalan di depannya sambil berkata,
"Apakah orang ini (Muhammad) mengira bisa menaklukkan istana-istana dan
benteng-benteng pasukan Romawi?" Lalu, Allah Swt memberitahu-kan kepada
Nabi-Nya atas apa yang telah mereka katakan, dan Nabi pun berkata, "Wajib
bagiku untuk memanggil orang-orang tersebut. "4.4 Disampaikan oleh Ibnu
Katsir di dalam Tafeir-nya, yaitu tafsir ayat 66 dari surat at-Taubah.
(2/368).

Lalu, beliau memanggil mereka dan bertanya, "Apakah kalian mengatakan begini
dan begini?" Lalu, mereka pun bersumpah dan berkata, "Tidaklah kami
melakukan hal itu, melainkan hanya sebatas bersenda gurau dan bermain-
main."
Ma' mar juga berkata, al-Kalbi pernah berkata, konon salah seorang dari
mereka (kaum munafik) yang tidak ikut terlibat dalam pembicaraan berjalan
sambil mencela mereka, lalu turunlah ayat :
"Jika Kami memaafkan segolongan dari kamu (lantaran mereka taubat), niscaya
Kami akan mengazab golongan (yang lain)," (at-Taubah: 66).
Di sini dinamakan dengan 'golongan', padahal sebenarnya hanya satu orang
saja.

Saat orang-orang tersebut mencela Nabi dengan cara mencelanya beserta para
sahabatnya dan meremehkan pemberitaannya, maka Allah Swt pun memberitahukan
bahwa mereka telah menjadi kafir karenanya. Jika mereka mengucapkan hal itu
sebagai bentuk ejekan, lalu bagaimana dengan tindakan yang lebih parah dari
itu? Akan tetapi, had (sanksi) terhadap mereka tidak pernah ditegakkan,
dikarenakan perintah unruk memerangi ketika itu belum ditetapkan. Bahkan,
yang diperintahkan adalah agar beliau membiarkan caci makian mereka itu, di
samping memang beliau sendiri telah memaafkan orang-orang yang telah
mencelanya dan menyakitinya.


0 new messages