Dan, ini terlihat sangat jelas, sehingga orang tersebut pada waktu itu
menjadi kafir yang halal darahnya, atau dengan kata lain halal dibunuh.
Hal itu berdasarkan kepada firman Allah:
"Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasulnya, mereka termasuk
orang-orang yang sangat hina. " (Al-Mujadalah: 20)
Di dalam ayat-ayat tersebut di atas juga terdapat petunjuk tentang batalnya
sumpah (Janji) seorang kafir dzimmi oleh karena dia telah mencaci,
sebagaimana hal itu tidak samar lagi.
Dalil Kedua:
Hilangnya keimanan seseorang yang menyukai orang yang telah menentang Allah
Swt dan Rasul-Nya, lalu bagaimana dengan orang yang menentang itu sendiri?
Allah Swt berfirman:
"Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan Hari
Akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan
Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak, atau
saudara-saudara, ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang
Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dengan pertolongan yang
datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir
di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap
mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka
itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah
golongan yang beruntung. " (Al-Mujadalah: 22)
Bukti dalilnya, jika seorang yang menyukai orang yang menentang itu saja
bukanlah orang yang beriman, lalu bagaimana dengan orang yang menentang itu
sendiri? Dan telah disepakati bahwa di antara sebab turunnya ayat ini adalah
bahwa Abu Qahafah telah mencaci maki Nabi, lalu Abu Bakar ash-Shiddiq
bermaksud membunuhnya. Atau, bahwa Abdullah bin Ubay pernah mencela Nabi,
lalu puteranya yang bemama Abdullah meminta izin kepada Nabi untuk
membunuhnya.
Dari sini, maka nyatalah bahwa orang yang menentang itu adalah kafir yang
halal dibunuh.
Begitu pula, Allah Swt telah memutuskan hubungan antara kaum Mukminin dan
orang-orang yang menentang serta memusuhi Allah Swt dan Rasul-Nya. Allah Swt
telah berfirman:
"Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan Hari
Akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan
Rasul-Nya ...," (Al-Mujadalah: 22).
Allah Swt juga berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu
menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita
Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah
ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan
(mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Rabbmu. Jika kamu
benar-benar keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku
(janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia
(berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih
mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan
barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah
tersesat dari jalan yang lurus." (Al-Mumtahanah: 1)
Dari sini, maka diketahui bahwa mereka bukanlah termasuk orang-orang yang
beriman.
"baldeagle" <botak...@yahoo.com.sg> wrote in message
news:ddf54ea5-7aad-411e...@y18g2000pre.googlegroups.com...
"The Cynic" <koso...@nowhere.com> wrote in message
news:fvpgqu$4cb$1...@mawar.singnet.com.sg...