Seorang Muslim bernama Abdul Reda Al-Shawany yang memperkosa Muslimah
karena wanita itu tertarik pada agama Kristen telah dijatuhi hukuman penjara
lima tahun oleh pengadilan Sydney.
Setelah hukuman ditetapkan, Pengadilan Bagian Downing Tengah
mendengarkan pernyataan menyedihkan dari sang korban yang mengungkapkan rasa
malu dan takut karena latar belakang budayanya.
Wanita yang dirahasiakan namanya ini tiba di Australia sebagai
pengungsi dari Irak. Dia berkata bahwa dulu ketika dipenjara oleh diktator
Saddam Hussein, dia tidak pernah takut mati, tapi setelah diperkosa dia
merasa ketakutan terus. "Rasanya lebih baik mati," katanya di pengadilan.
Di Pengadilan diungkapkan bahwa Al-Shawany bersama pria Muslim lain
menemui wanita itu di Villawood Detention Centre di Sydney. Wanita itu
sedang membaca Alkitab dan Al-Shawany mengetahui dia telah berhubungan
dengan orang2 Kristen. Kedua pria Muslim itu berkata bahwa mereka adalah
kafir dan jika wanita itu pergi bersama mereka, maka dirinya halal untuk
dibunuh dan pembunuhnya masuk surga.
Di bulan September 2002, Al-Shawany mengajak wanita ini ke sebuah
tempat di Warwick Farm, katanya untuk memberi kabar tentang keluarga wanita
ini di Irak. Wanita itu lalu dipukul kepalanya dan jilbabnya diikatkan di
seluruh mukanya sebelum Al-Shawany memperkosanya dua kali. Hakim Brian Knox
menyatakan tindakan pemerkosaan itu merupakan penyerangan yang sangat
merendahkan, menghina, dan brutal. Setelah memperkosa, Al-Shawany berkata
padanya, "Sekarang silakan Yesus menyelamatkanmu."
_________________
Saya bersumpah akan kembali ke Islam jika ada Muslim di situs ini yg
merelakan puteri mereka yg berumur 9 thn utk berbagi ranjang dgn saya
(SESUAI DGN CONTOH MUHAMMAD, si insan al kamil itu tuh ... !)