Jadi sepertinya keberadaan BlankOn masih nyaris tak terdengar di luar sana.
Sampai-sampai mesti ada figur yang datang dari luar negeri yang mesti
_menawarkan_.
Setelah ada GCOS kemarin apa efeknya ke pemerintah? Apa pemerintah
tahu ada BlankOn?
Minimal Menteri Pantun^WKominfo deh.
Seperti kata pak Haris kemarin, tim pemasaran bukan hanya pak Utian toch?
(pak Utian terus yang nongol)
Setelah ada GCOS kemarin apa efeknya ke pemerintah? Apa pemerintah
tahu ada BlankOn?
Minimal Menteri Pantun^WKominfo deh.
Seperti kata pak Haris kemarin, tim pemasaran bukan hanya pak Utian toch?
(pak Utian terus yang nongol)
tau bos, cincaylah... :D
mau pake? nggak. kalaupun mau pakek, cenderung ke nusantara. Eh, itu
gelagat yang saya tangkep sih. Nggak dikatakan langsung.
--
_ _
( (____) )
[ X X ]
\ /
( ` ' )
(U)
Di luar negeri kelihatannya belum, mungkin baru di distrowatch.com (?)
Tapi kalau di pemerintah yang terkait IGOS dan GCOS, yaitu
kementerian ristek dan kominfo sudah sangat dikenal. :-)
Banyak CD BlankOn dibagikan oleh kedua kementerian itu
ke berbagai instansi pusat dan daerah dalam berbagai acara,
termasuk Selasa kemarin di Riau.
Iklan-iklan ristek di media cetak (saya lihat beberapa hari muncul di koran)
juga menyebut BlankOn dan Nusantara sebagai produk dalam negeri.
Nanti saya foto beberapa contoh iklannya.
Yang kurang adalah perusahaan yang menyatakan support BlankOn,
misal menyatakan terbuka bahwa dia memberikan dukungan teknis,
training, kustomisasi, dll.
Berikut ini urutan info yang menonjol dalam berbagai berita terkait FOSS:
1. Open Source atau OSS atau IGOS (sering oleh ristek)
2. FOSS (sering oleh kominfo)
3. Linux
4. OpenOffice
5. Distro: Ubuntu, BlankOn, Nusantara, dll.
- Penyebutan nama distro masih jarang dilakukan, kecuali kalau
iklannya detil seperti advertorial Ristek di koran-koran itu.
Rus
Maksudnya di luar milis ini pak.
> Tapi kalau di pemerintah yang terkait IGOS dan GCOS, yaitu
> kementerian ristek dan kominfo sudah sangat dikenal. :-)
Berarti paling ngga mendiknas yang perlu diberi pencerahan
Kekhawatiran saya adalah sumber daya yang semakin menipis, dan tidak ada
tenaga2 baru. Mungkin kalau pun dikenal, BlankOn dikenal sebagai produk saja,
bukan sesuatu yang bisa dibangun bersama.
Jadi sapa yang mau "menawarkan" BlankOn ke mendiknas?
Apa mesti ngecat rambut jadi pirang dan pakai bahasa Inggris dulu? hehehe
--
Utian Ayuba
benar sekali pak
dan ini yg sedang saya dan rekan rekan pikirkan sehingga 'bendera'
kami bisa mendeklarasikan sebagai perusahaan yg support BlankOn, nah
yg masih menjadi pertanyaan kemanakah minta ijin sebagai perusahaan
support BlankOn, apa syarat dan kondisinya.
Nah ini yg jadi PR Tim Pemasaran dengan koordinasi ke YPLI dan Ubuntu-ID
--
Ainul Hakim
http://hakim.SmartIKON.com
Linux User #417333 Ubuntu User #16430
Awari Member # 17
Semarang Linux http://semarang.linux.or.id http://ubuntu-semarang.org
Ingin Jual Pulsa? http://ikonpulsa.com
Menyambung om Ainul, saya pun merasa sudah saatnya ada tim support
blankOn yang bisa dipake jasanya bagi perusahaan ato instansi yang
memerlukan.
Mungkin yang diperlukan kualifikasi tim support blankon yang diakui
dengan sertifikasi. Serta nota kesepahaman utk mendukung pemgembangan
blankOn dengan YPLI, misalnya.
--
Trims...
akur sangat.
apalagi sekarang pemkab, pemkot dan pemda di berbagai daerah sudah mulai
melakukan proses migrasi FOSS.
kalau tidak segera di eksekusi.. ya blankon bakalan sekedar hobi
saja. :)
nah pak arman, bisa bantuin saya bikin draft nota kesepahamannya? :)
kita perlu 3 :
1. untuk toko cd/dvd, asesoris, dan pakaian blengon
2. untuk official training dan sertifikasi
3. untuk professional support
ini bukan kutukan, ini permintaan :)
--
Utian Ayuba
pertama, saya senang bisa membantu, ndak merasa terkutuk kok :D
Kedua,...
nota kesepahamannya ini dibuat sederhana saja dan sebisa mungkin tdk
menciptakan peluang ekonomi biaya tinggi bagi jasa training dan pro
support. Untuk point 2-3 usulan om utian, sy sependapat.
Namun utk point 1, sy blm paham... apakah ada kewajiban bagi toko yang
mendistribusikan blankon atau justru tim blankon yg akan ngasih
bantuan ke toko tersebut... misalnya poster2 blankon utk membantu
penjualan mereka...
makasih bos
target saya draf ini sudah ada awal desember, pertengahan desember
direview sama-sama, akhir desember diperbaiki, awal januari dirilis
(dipublikasi) paling tidak untuk 1 dan 3. no 2 target rilisnya
pertengahan 2010 bareng rilis ombilin karena banyak yang harus dibahas
dan dibuat.
> Kedua,...
> nota kesepahamannya ini dibuat sederhana saja dan sebisa mungkin tdk
> menciptakan peluang ekonomi biaya tinggi bagi jasa training dan pro
> support. Untuk point 2-3 usulan om utian, sy sependapat.
>
siap bos!
> Namun utk point 1, sy blm paham... apakah ada kewajiban bagi toko yang
> mendistribusikan blankon atau justru tim blankon yg akan ngasih
> bantuan ke toko tersebut... misalnya poster2 blankon utk membantu
> penjualan mereka...
>
tidak wajib, hanya kalau mau dianggap official toko blankon, harus
dibuat juga nota kesepahamannya. dua-duanya saling membantu. komunitas
blankon sejauh ini baru bisa mencantumkan nama dan logo tokonya di situs
resmi blankon (mm.. atau ada yang lain?). nah kira-kira nanti tokonya
bisa membantu apa :)
--
Utian Ayuba
> Namun utk point 1, sy blm paham... apakah ada kewajiban bagi toko yangtidak wajib, hanya kalau mau dianggap official toko blankon, harus
> mendistribusikan blankon atau justru tim blankon yg akan ngasih
> bantuan ke toko tersebut... misalnya poster2 blankon utk membantu
> penjualan mereka...
>
dibuat juga nota kesepahamannya. dua-duanya saling membantu. komunitas
blankon sejauh ini baru bisa mencantumkan nama dan logo tokonya di situs
resmi blankon (mm.. atau ada yang lain?). nah kira-kira nanti tokonya
bisa membantu apa :)
Kalau penitipan, berarti pihak blankon harus punya modal awal terlebih
dahulu untuk membuat produknya kan?
Bagaimana kalau begini, toko A mendapat izin resmi untuk membuat kaos,
topi, pin, gantungan kunci, sticker, dsb yang menggunakan logo blankon.
ingat... produk resmi. nantinya si toko A bisa memberikan imbal balik
dengan menjadi sponsor kegiatan blankon, ikut promosi blankon (bisa
dengan bagi-bagi cd blankon) dsb. Atau mungkin bisa sharing profit, 10%
dari laba penjualan dimasukkan ke blankon.
> Mekanisme perizinannya seperti apa? Mungkin kita perlu lakukan rapat
> dengan mengundang semua petinggi YPLI dan ubuntu-id utk membahas ini.
tanya lagi, itu komunitas ubuntu-id yang terlibat tinggal siapa aja? :D
nah ini maksud saya cocok sama pak haris :)
--
Utian Ayuba
Mohon segera siapkan sistem pelatihan dan support
(termasuk perhitungan biaya), jika BlankOn dipilih
para pemenang tender pengadaan 34.000 komputer
untuk seluruh kecamatan di Indoneisa.
Ada sekitar 4.700 kecamatan, masing-masing
akan menerima 1 server dan 6 desktop plus 1 printer, 1 scanner,
sebagai sarana akses internet dan jasa komputer lainnya.
Saya dan teman-teman di AOSI sedang melobi banyak pihak
agar seluruh komputer itu pakai FOSS.
Perkiraan saya, dana 300 milyar (dari total 1,3 trilyun) dapat dialihkan
dari membeli lisensi menjadi pelatihan dan support, dll.
Projek itu utk 4 tahun (2009-2013).
Ditunggu aksi dan doanya. :-)
Info kurang bagus: ada vendor proprietary sedang "main atas"
untuk menggoalkan agar projek itu pakai proprietary semua. :(
Mudah-mudahan kita juga bisa main atas, atau main samping
dan bawah yang penting FOSS dipilih para pemenang tender.
Rus
Mungkin ya, karena saya tidak tahu pasti tujuan acara CAP itu.
Wira bisa cerita apa yang terjadi (dalam diskusi) di acara itu?
Rus
Acara itu adalah Bimbingan Teknis, yang nyelenggarakan Direktorat
Pemberdayaan Telematika Depkominfo..
Di acara itu pertama adalah memberi materi tentang Pemanfaatan TIK
oleh Pak Indriatno Banyumurti dan saya mendemokan BlankOn, selain itu
praktek langsung dengan menggunakan miniPC Acer Extensa yang sudah
tersedia di ruang seminar. Jadi teknis CAP saya tidak tahu secara
rinci kek gimana. Katanya komputer di ruang seminar itu ikut
disumbangkan dalam program CAP ini.
TRIVIA: Saya sempat juga datang ke Depkominfo, tepatnya di ruang
rapatnya Dirjen Perangkat Lunak (tempat mangkalnya Om Anjar Hadiena
dkk.). Disitu saya tidak sengaja melihat pak Rus :-D
CAP itu apa ya?
istilah gaulnya = warung internet :D
Persoalan telur dan ayam.
Barang yang mau dipasang tsb (Ombilin) belum ada ;-)
Jadi mari yang bukan pemasaran sini becek2an ambil tugas yang sudah
disusun oleh pak Aftian dan antek2nya.
Untuk menambah semangat,
hari ini BlankOn 5 masuk mabes tni cilangkap.
Saya akan presentasi dan demokan cara pakai BlankOn
semudah cara pakai tutup kepala lainnya :-) setelah makan siang:
http://ypli.or.id/foto/ypli-pada-seminar-di-mabes-tni-cilangkap-3-desember-2009.JPG
Rus
Auditorium Gatot Subroto.
Ini sambil lobby agar TNI punya distro sendiri, based on blankon. :)
Rus
Juga perangkat lunaknya pak, jangan tergantung sama negara lain.
Kemarin tiba2 puyeng ngebayangin yang ngga-ngga denger cerita serem
dari pak Adang.
Saya juga pernah dengar yang "serem" juga, yg ini di salah satu
pembangkit PLN di dieng yang down gara-gara virus ;-) up-nya lagi
setelah kontak vendor penyedia software yang ada di singapore yg
memerlukan waktu beberapa minggu. Hm.. sepertinya perlu kebijakan IT
buat pemerintah dan BUMN supaya kalo pake software itu ya sekalian
alih teknologi ;-)
--
Hansen
http://hansen.alfansa.org
Please avoid sending me proprietary format (.doc, .xls, etc.) attachments
See http://www.gnu.org/philosophy/no-word-attachments.html
Saya juga cerita serem di sebuah PLTU dimana developer softwarenya
udah nggak tau kmn (Bule), nah waktu disk servernya rusak, otomatis
turbin pembangkit berhenti total, jadinya pemadaman bergilir sampe
radius ribuan KM.
Klo mau ganti softwarenya musti beli sekalian mesin turbinnya... (ntah
bener apa nggak, ini kata orang PLN)
masih pake solaris 3.1 sampe skrg, coba pake blankon :p
ABCDE = Aduh Boook Capek Deh Eike... :)
-inv-
waduh ada om TNI juga di forum ini
SIAP GRAKKKKKK
--
---- LIfE gOoD ----
Kebijakan IT pastilah dibutuhkan.
Kemarin saya melakukan evaluasi dan sevei ke beberapa dinas bersama
dengan pihak donor untuk mendengar langsung keluhan-keluhan pasca
migrasi.
Point penting yang harus ditekankan dalam melakukan migrasi ke GNU/Linux
(FOSS) adalah manfaat yang bisa diambil oleh pemda/pemkab/lembaga yang
melakukan migrasi.
Pihak pimpinan dan staf sedikit banyak harus mengerti alasan migrasi
tersebut. Jika mereka tidak merasakan manfaat tersebut, kemungkinan
besar mereka akan kembali ke aplikasi bajakan lagi.
benar
nah mungkin disini perlu diinventariskan dan dokumentasikan oleh kami
di pemasaran/dokumentasi manfaat seperti apa yg selama ini di butuhkan
atau di rasakan oleh pimpinan ketika migradi
dokumentasi dari testimoni2 mereka amat dibutuhkan untuk memberikan
support bagi pimpinan lain yg belum merasakan manfaat itu
akan bos. tapi halamannya akan berisi "coming soon" kalu kita belum
bikin apa-apa :D
--
Utian Ayuba
benar
nah mungkin disini perlu diinventariskan dan dokumentasikan oleh kami
di pemasaran/dokumentasi manfaat seperti apa yg selama ini di butuhkan
atau di rasakan oleh pimpinan ketika migradi
dokumentasi dari testimoni2 mereka amat dibutuhkan untuk memberikan
support bagi pimpinan lain yg belum merasakan manfaat itu
lha kenapa beritanya pak..
makanya kalo baca nya dicerna dulu :D biar ga puyengan
--
--
*The only limiting factor of the GNU/Linux operating system, is his user.*
Berarti Anda yang belum mencerna ;-)
Mungkin kalau dengar cerita pak Somat dalam misinya ke Padang bisa
lebih puyeng. Misalnya kalau pak Somat ganti nama jadi Frederick
Szhömatte dan rambutnya pirang dan ngomong Inggris, mungkin di Padang
kemarin bisa "lebih berpengaruh".
--
ininih GiantiXBraiN kok otak nya gak besar besar
wejick.wordpress.com
wartalinux.net
eh.. nganu... saya ada contoh mou. tentang kerjasama bikin remastering
berbasis blankon/ubuntu untuk produk pc lokal.
ada yang mau kah? siapa tahu manpaat. tapi ya itu... mou kelas teri. :D
boleh pak saya dibagi buat referensi? dijapri kalo tidak bisa di publik :)
--
Utian Ayuba
makasih pak haris :)
pak arman satary, ini salah satu referensi sudah ada :)
--
Utian Ayuba
wah iya kemana kabar pak sabri yaa ?
ide ide bisnis dia untuk opensource bagus bagus... tinggal kita kita
dalam implementasi di lapangan
Kelihatannya masih di Jakarta.
Tanggal 23 Des 2009 Pak Sabri akan menyerahkan penghargaan
(mewakili Ubuntu dan YPLI) kepada pemkot Pekalongan
yang telah dan akan migrasi total ke Linux/BlankOn.
Kalau berhasil, ini kota/kab pertama yg komputernya
sampai ke desa-desa berbasis Linux/FOSS.
Rus