Pemversian di BlankOn

0 views
Skip to first unread message

Fajran Iman Rusadi

unread,
Dec 25, 2008, 2:33:22 AM12/25/08
to blankon-dev
Mari kita lanjutkan lagi diskusinya.. ada beberapa hal yang baru
terpikir oleh saya.

Lingkup permasalahan yang saya gunakan adalah "hubungan/interaksi
paket BlankOn dengan Ubuntu dan menyampingkan penggunaan paket lain
yang tidak dibuat oleh Ubuntu maupun BlankOn"

##
# Kondisi sekarang

1. Revisi BlankOn dipisahkan oleh sebuah tanda strip.
2. Apt dimodifikasi sehingga paket milik BlankOn akan selalu menang
kecuali versi upstream naik.

Contoh:

1.2-0ubuntu2 vs 1.2-0ubuntu1-0blankon1 = kecil (blankon lebih besar)

dengan apt yang dimodifikasi, kedua versi tersebut akan dipecah
menjadi bagian2 berikut

1.2-0ubuntu2 => upstream: 1.2 dan revisi: -0ubuntu2
1.2-0ubuntu1-0blankon1 => upstream: 1.2 dan revisi -0ubuntu1-0blankon1

saat membandingkan versi revisi akan ada pengecekan apakah ada
substring "blankon" di sana. Kalau ada, maka akan dibuat menang secara
sepihak kecuali keduanya mengandung substring "blankon".

##
# Andai konvensi dipertahankan namun apt tidak diubah sama sekali

Jika apt tidak diubah, maka kedua versi di atas akan dipecah menjadi berikut.

1.2-0ubuntu2 => upstream: 1.2 dan revisi: -0ubuntu2
1.2-0ubuntu1-0blankon1 => upstream: 1.2-0ubuntu1 dan revisi -0blankon1

proses pembandingan versi dilakukan secara berurutan, yaitu epoch,
upstream, dan revisi. Jika dilihat pada bagian versi di atas, maka
versi upstream yang akan dibandingkan adalah

1.2 dan 1.2-0ubuntu1

dimana paket blankon akan dianggap lebih besar dan selalu dianggap
lebih besar jika versi upstream yang asli (1.2) tetap sama.

Jika versi upstream pada paket Ubuntu naik, misalnya menjadi
1.3-0ubuntu1, maka yang akan dilakukan perbandingan berikut.

1.3 dan 1.2-0ubuntu1

yang akan membuat paket dari ubuntu menang.

Kesimpulannya:
- paket BlankOn akan selalu lebih besar jika versi upstream pada paket
ubuntu tidak naik.


##
# Andai menggunakan konvensi baru yg menggunakan tanda selain - dan ~
untuk pemisah DAN apt tidak diubah sama sekali

Katakanlah versi paket ubuntu adalah 1.2-0ubuntu1
dan paket blankon adalah 1.2-0ubuntu1+blankon1

Kedua versi tersebut akan dipecah menjadi bagian berikut.

1.2-0ubuntu1 => upstream: 1.2 dan revisi: -0ubuntu1
1.2-0ubuntu1+blankon1 => upstream: 1.2 dan revisi -0ubuntu1+blankon1

paket blankon akan dianggap lebih besar dalam kasus ini.

Jika ada revisi baru dari Ubuntu, katakanlah menjadi 1.2-0ubuntu2 maka
yang akan dibandingkan adalah upstream (1.2 vs 1.2) dan revisi
(-0ubuntu2 vs -0ubuntu1+blankon1). Hasilnya adalah paket Ubuntu
dianggap lebih baru sehingga paket BlankOn akan kalah.

Kesimpulan:
- Apt harus diubah jika paket BlankOn ingin dibuat menang

##
# Konvensi baru dan apt diubah

Apa yang harus diubah pada Apt?

Sama seperti 1 dari 2 perubahan yang ada saat ini. Ketika
membandingkan versi revisi, cek apakah ada substring "blankon" (atau
substring lain sesuai konvensi). Jika hanya ada pada salah satu versi,
maka menangkanlah versi yang mengandung substring "blankon". Jika ada
pada keduanya, maka bandingkan secara normal.


##
# Kesimpulan

1. Jika ingin membuat agar paket BlankOn selalu menang kecuali ada
perubahan pada upstream, ada 2 alternatif yang dapat digunakan

a. Konvensi versi BlankOn yang lama (yg pakai tanda - tuk pemisah)
dipertahankan dan apt dikembalikan seperti pada aslinya.
b. Konvensi versi BlankOn yang baru digunakan NAMUN paket apt harus diubah.

2. Jika konvensi lama digunakan dan apt diubah seperti sekarang, maka
paket BlankOn akan selalu menang sampai ada perubahan pada upstream
3. Jika konvensi lama digunakan dan apt tidak diubah, maka paket
BlankOn akan selalu menang sampai ada perubahan pada upstream
4. Jika konvensi baru digunakan dan apt diubah seperti sekarang, maka
paket BlankOn akan selalu menang sampai ada perubahan pada upstream
5. Jika konvensi baru digunakan dan apt tidak diubah, maka paket
BlankOn akan kalah ketika ada revisi dari Ubuntu.

##
# Pertanyaan tambahan

1. mengapa saat ini (saat masih menggunakan konvensi lama) apt harus
diubah? =D hehehe..
2. apakah benar ingin mengubah konvensi? konsekuensinya adalah harus
mengubah apt
3. mana yang lebih besar konsekuensi *jangka panjangnya*: membiarkan
konvensi lama atau mengubah apt agar berlaku tidak standar?


mudah2an saya gak salah baca source code http://gist.github.com/28868 hehehe..

--
Iang-
http://fajran.web.id y!m: fajran

Mohammad Anwari

unread,
Dec 29, 2008, 9:13:07 AM12/29/08
to Blank...@googlegroups.com
Pada hari Kamis, tanggal 25/12/2008 pukul 08:33 +0100, Fajran Iman
Rusadi menulis:

> 1. mengapa saat ini (saat masih menggunakan konvensi lama) apt harus
> diubah? =D hehehe..

Bukannya dulu perubahan dilakukan karena BlankOn selalu kalah?

> 2. apakah benar ingin mengubah konvensi? konsekuensinya adalah harus
> mengubah apt
> 3. mana yang lebih besar konsekuensi *jangka panjangnya*: membiarkan
> konvensi lama atau mengubah apt agar berlaku tidak standar?

Langkah yang benar adalah memenuhi kaidah yang diatur UUD alias
Undang-undang Debian. Di sana, TBKS*, yang tepat adalah tidak
menggunakan tanda setrip. Jadi sebaiknya memenuhi UUD, apa pun
konsekuensinya.

> mudah2an saya gak salah baca source code http://gist.github.com/28868 hehehe..


*Tolong betulkan kalau salah

Fajran Iman Rusadi

unread,
Dec 29, 2008, 9:58:24 AM12/29/08
to Blank...@googlegroups.com
2008/12/29 Mohammad Anwari <md...@mnots.eu>:

>
> Pada hari Kamis, tanggal 25/12/2008 pukul 08:33 +0100, Fajran Iman
> Rusadi menulis:
>
>> 1. mengapa saat ini (saat masih menggunakan konvensi lama) apt harus
>> diubah? =D hehehe..
>
> Bukannya dulu perubahan dilakukan karena BlankOn selalu kalah?

selalu kalah dalam artian tidak dapat menimpa paket ubuntu?

menurut https://bugs.launchpad.net/blankon/+bug/184476, apt diubah
perilakunya agar paket blankon tidak dapat ditimpa oleh paket ubuntu
kecuali versi utama/upstreamnya berubah.

>> 3. mana yang lebih besar konsekuensi *jangka panjangnya*: membiarkan
>> konvensi lama atau mengubah apt agar berlaku tidak standar?
>
> Langkah yang benar adalah memenuhi kaidah yang diatur UUD alias
> Undang-undang Debian. Di sana, TBKS*, yang tepat adalah tidak
> menggunakan tanda setrip. Jadi sebaiknya memenuhi UUD, apa pun
> konsekuensinya.

terlepas dari masalah konsekuensi, ini ada pertanyaan tambahan..

masih mau mengubah perilaku apt agar menjawab LP #184476 di atas?


wah mdamt baru muncul lg.. biasanya bakal ada banyak foto baru nih.. hehehe..

Mohammad Anwari

unread,
Dec 29, 2008, 10:04:14 AM12/29/08
to Blank...@googlegroups.com
Pada hari Senin, tanggal 29/12/2008 pukul 15:58 +0100, Fajran Iman
Rusadi menulis:

> selalu kalah dalam artian tidak dapat menimpa paket ubuntu?
>
> menurut https://bugs.launchpad.net/blankon/+bug/184476, apt diubah
> perilakunya agar paket blankon tidak dapat ditimpa oleh paket ubuntu
> kecuali versi utama/upstreamnya berubah.

Iya itu supaya si pengguna ngga dapat notifikasi paket baru yang berasal
dari Ubuntu.

Paket2 rebrand akan kembali ke menampilkan logo Ubuntu kalau tidak
dibegitukan. Jadi ini adalah kasus utamanya.

> wah mdamt baru muncul lg.. biasanya bakal ada banyak foto baru nih.. hehehe..

Bukannya kau yang barusan "bikin teori"? :-D

Andy Apdhani

unread,
Dec 29, 2008, 10:43:33 AM12/29/08
to Blank...@googlegroups.com
Fajran Iman Rusadi wrote:
>
> terlepas dari masalah konsekuensi, ini ada pertanyaan tambahan..
>
> masih mau mengubah perilaku apt agar menjawab LP #184476 di atas?
>

Perlu bos, tapi jangan lupa pemaket harus cepat segera update paket misalnya
nanti ada perubahan dari paket Ubuntu.

Yuk ah mari & salam!

--

[ Andy Apdhani ]
-
All their lies about make-up and long hair, are still there.

Fajran Iman Rusadi

unread,
Dec 29, 2008, 11:27:12 AM12/29/08
to Blank...@googlegroups.com
2008/12/29 Mohammad Anwari <md...@mnots.eu>:

>
> Pada hari Senin, tanggal 29/12/2008 pukul 15:58 +0100, Fajran Iman
> Rusadi menulis:
>> selalu kalah dalam artian tidak dapat menimpa paket ubuntu?
>>
>> menurut https://bugs.launchpad.net/blankon/+bug/184476, apt diubah
>> perilakunya agar paket blankon tidak dapat ditimpa oleh paket ubuntu
>> kecuali versi utama/upstreamnya berubah.
>
> Iya itu supaya si pengguna ngga dapat notifikasi paket baru yang berasal
> dari Ubuntu.
>
> Paket2 rebrand akan kembali ke menampilkan logo Ubuntu kalau tidak
> dibegitukan. Jadi ini adalah kasus utamanya.

jadi kesimpulannya adalah...

1. konvensi versi harus mengikuti UUD
2. dicari cara supaya perubahan (revisi) pada ubuntu tidak berpengaruh
pada revisi yang dibuat blankon

>
>> wah mdamt baru muncul lg.. biasanya bakal ada banyak foto baru nih.. hehehe..
>
> Bukannya kau yang barusan "bikin teori"? :-D
>

400D asik juga =D

Fajran Iman Rusadi

unread,
Jan 19, 2009, 5:09:29 AM1/19/09
to Blank...@googlegroups.com
mari kita angkat lagi topik ini

2008/12/29 Fajran Iman Rusadi <faj...@gmail.com>:

>> Paket2 rebrand akan kembali ke menampilkan logo Ubuntu kalau tidak
>> dibegitukan. Jadi ini adalah kasus utamanya.
>
> jadi kesimpulannya adalah...
>
> 1. konvensi versi harus mengikuti UUD
> 2. dicari cara supaya perubahan (revisi) pada ubuntu tidak berpengaruh
> pada revisi yang dibuat blankon
>

## KONVENSI VERSI

stelah saya baca dan mencoba memahami UUD mengenai pengaturan versi (
http://www.debian.org/doc/debian-policy/ch-controlfields.html#s-f-Version
), inilah yang saya dapatkan.

1. The upstream_version may contain only alphanumerics[35] and the
characters . + - : ~ (full stop, plus, hyphen, colon, tilde) and
should start with a digit. If there is no debian_revision then hyphens
are not allowed; if there is no epoch then colons are not allowed.

2. This part of the version number specifies the version of the Debian
package based on the upstream version. It may contain only
alphanumerics and the characters + . ~ (plus, full stop, tilde) and is
compared in the same way as the upstream_version is.

Kesimpulan:

1. Versi upstream DAPAT mengadung tanda strip JIKA terdapat versi revisi
2. Menggunakan tanda strip sebagai revisi adalah SALAH, contoh:
-0ubuntu1-0blankon1

Maka, dengan ini saya ingin mengajukan usulan konvensi pembuatan versi
yang digunakan oleh BlankOn

1. Paket Debian atau Ubuntu yang diturunkan ke BlankOn ditambahi
akhiran +blankonX dimana X adalah nomor revisi yang dibuat oleh
BlankOn.

Contoh:

0.1 => 0.1ubuntu1 => 0.1ubuntu1+blankon1
0.1 => 0.1+blankon1

2. Nilai X diawali dari angka 1 dan selalu diulang dari 1 ketika versi
upstream (termasuk revisi yg dibuat oleh Ubuntu) mengalami
peningkatan.

Contoh:

0.1 => 0.1+blankon1 => 0.1+blankon2 => 0.2+blankon1
0.1ubuntu1 => 0.1ubuntu1+blankon1 => 0.1ubuntu1+blankon2 => 0.1ubuntu2+blankon1

Itu saya 2 hal mengenai konvensi versi. Selanjutnya adalah masalah
modifikasi pada APT.


## MODIFIKASI APT

1. Transisi dari konvensi lama ke konvensi baru dilakukan pada APT
yang digunakan oleh Nanggar. Sehingga upgrade dari Meuligoe langsung
ke Nanggar+1 tidak dijamin berhasil.

2. Pada masa transisi ini, APT akan mengambil nilai 1ubuntu2-3blankon4
dari 0.1-1ubuntu2-3blankon4 sebagai versi revisi. Dengan kata lain,
strip yang diikuti oleh XblankonY akan dimasukkan ke dalam versi
revisi. Hack tidak benar ini akan dihilangkan pada APT yang digunakan
oleh Nanggar+1

3. Pada masa transisi ini, konvensi lama akan dibuat kalah oleh
konvensi baru. Contoh:

1ubuntu2-3blankon4 < 1ubuntu2+blankon4

Dengan kata lain, nilai -XblankonY akan selalu lebih kecil dibanding +blankonZ

4. Nilai revisi yang mengandung substring +blankonX akan dibuat menang
jika dibandingkan dengan nilai revisi yang tidak mengandung substring
tersebut Contoh:

0.2 < 0.1+blankon1

Hal ini dilakukan agar paket BlankOn tidak cepat tertinggal.

Pada APT yang digunakan oleh Nanggar+1, hanya modifikasi nomor 4 yang
diterapkan karena modifikasi nomor 2 dan 3 hanya dilakukan demi
kepentingan transisi pada rilis Nanggar ini.


## KEWAJIBAN PEMAKET

1. SELURUH paket BlankOn yang ada di Meuligoe HARUS diperbaiki
versinya agar menggunakan konvensi baru walau paket tersebut tidak
mengalami perubahan. Hal ini perlu dilakukan agar transisi dapat
dilakukan secara menyeluruh dan tidak ada paket yang tertinggal
sehingga upgrade Meuligoe => Nanggar => Nanggar+1 dapat dilakukan.

2. Seluruh paket yang digunakan oleh Nanggar dan rilis selanjutnya
HARUS menggunakan konvensi baru.

sekian saja usulan dari saya. Mohon tanggapan rekan2, terutama
koordinator pemaket.

Fajran Iman Rusadi

unread,
Jan 19, 2009, 5:13:04 AM1/19/09
to Blank...@googlegroups.com
2009/1/19 Fajran Iman Rusadi <faj...@gmail.com>:

>
> 1. SELURUH paket BlankOn yang ada di Meuligoe HARUS diperbaiki
> versinya agar menggunakan konvensi baru walau paket tersebut tidak
> mengalami perubahan. Hal ini perlu dilakukan agar transisi dapat
> dilakukan secara menyeluruh dan tidak ada paket yang tertinggal
> sehingga upgrade Meuligoe => Nanggar => Nanggar+1 dapat dilakukan.

Hasil perbaikan tentu saja masuk ke repo Nanggar, bukan
meuligo-updates maupun meuligoe-security. Paket yang tetap berada
dalam repo meuligoe tetap menggunakan konvensi lama.

Muhammad Bayu

unread,
Jan 19, 2009, 5:21:38 AM1/19/09
to Blank...@googlegroups.com
2009/1/19 Fajran Iman Rusadi <faj...@gmail.com>:
> ## MODIFIKASI APT
>
> 1. Transisi dari konvensi lama ke konvensi baru dilakukan pada APT
> yang digunakan oleh Nanggar. Sehingga upgrade dari Meuligoe langsung
> ke Nanggar+1 tidak dijamin berhasil.

Memang loncat 2 versi gitu bisa yah? Bknnya di ubuntu jg tidak bisa?

>
> 2. Pada masa transisi ini, APT akan mengambil nilai 1ubuntu2-3blankon4
> dari 0.1-1ubuntu2-3blankon4 sebagai versi revisi. Dengan kata lain,
> strip yang diikuti oleh XblankonY akan dimasukkan ke dalam versi
> revisi. Hack tidak benar ini akan dihilangkan pada APT yang digunakan
> oleh Nanggar+1
>
> 3. Pada masa transisi ini, konvensi lama akan dibuat kalah oleh
> konvensi baru. Contoh:
>
> 1ubuntu2-3blankon4 < 1ubuntu2+blankon4
>
> Dengan kata lain, nilai -XblankonY akan selalu lebih kecil dibanding +blankonZ
>
> 4. Nilai revisi yang mengandung substring +blankonX akan dibuat menang
> jika dibandingkan dengan nilai revisi yang tidak mengandung substring
> tersebut Contoh:
>
> 0.2 < 0.1+blankon1
>
> Hal ini dilakukan agar paket BlankOn tidak cepat tertinggal.
>
> Pada APT yang digunakan oleh Nanggar+1, hanya modifikasi nomor 4 yang
> diterapkan karena modifikasi nomor 2 dan 3 hanya dilakukan demi
> kepentingan transisi pada rilis Nanggar ini.
>
>
> ## KEWAJIBAN PEMAKET
>
> 1. SELURUH paket BlankOn yang ada di Meuligoe HARUS diperbaiki
> versinya agar menggunakan konvensi baru walau paket tersebut tidak
> mengalami perubahan. Hal ini perlu dilakukan agar transisi dapat
> dilakukan secara menyeluruh dan tidak ada paket yang tertinggal
> sehingga upgrade Meuligoe => Nanggar => Nanggar+1 dapat dilakukan.

Jadi paket meuligoe jg dirubah? Sedikit bingung bos.

>
> 2. Seluruh paket yang digunakan oleh Nanggar dan rilis selanjutnya
> HARUS menggunakan konvensi baru.

Oke akur.

Apakah konvensi ini sudah ditesting secara seksama pak? Kalo sudah dan
mulus saya rasa tidak harus menunggu yang laen angkat bicara yah, udah
kelamaan nih. Langsung ketok palu saja. Bagaimana? :-D *diktator mode
ON*

Tapi tolong dijawab dulu pertanyaan saya yah :-D

--
RameTux
http://www.muhammadbayu.com (--under heavy construction -:-)

Fajran Iman Rusadi

unread,
Jan 19, 2009, 5:52:53 AM1/19/09
to Blank...@googlegroups.com
2009/1/19 Muhammad Bayu <ram...@gmail.com>:

>> ## KEWAJIBAN PEMAKET
>>
>> 1. SELURUH paket BlankOn yang ada di Meuligoe HARUS diperbaiki
>> versinya agar menggunakan konvensi baru walau paket tersebut tidak
>> mengalami perubahan. Hal ini perlu dilakukan agar transisi dapat
>> dilakukan secara menyeluruh dan tidak ada paket yang tertinggal
>> sehingga upgrade Meuligoe => Nanggar => Nanggar+1 dapat dilakukan.
>
> Jadi paket meuligoe jg dirubah? Sedikit bingung bos.

Seluruh paket yang ada di meuligoe dimasukkan juga ke nanggar. Nah
paket yg masuk nanggar ini harus menggunakan konvensi baru.

Kalau ada paket meuligoe yang mengalami perbaikan namun TETAP di
meuligoe, maka paket tersebut tetap menggunakan konvensi lama karena
TETAP berada di meuligoe.

>
>>
>> 2. Seluruh paket yang digunakan oleh Nanggar dan rilis selanjutnya
>> HARUS menggunakan konvensi baru.
>
> Oke akur.
>
> Apakah konvensi ini sudah ditesting secara seksama pak? Kalo sudah dan
> mulus saya rasa tidak harus menunggu yang laen angkat bicara yah, udah
> kelamaan nih. Langsung ketok palu saja. Bagaimana? :-D *diktator mode
> ON*

Sudah dites kecocokannya dengan UUD. Masalah modifikasi yang harus
dilakukan pada APT agar dapat mengakomodir konvensi ini adalah urusan
berbeda.

eh jangan asal ketok palu dulu.. mdamt, imtheface, ada tanggapan ngga nih?

Muhammad Bayu

unread,
Jan 19, 2009, 6:03:39 AM1/19/09
to Blank...@googlegroups.com
2009/1/19 Fajran Iman Rusadi <faj...@gmail.com>:
> eh jangan asal ketok palu dulu.. mdamt, imtheface, ada tanggapan ngga nih?

He he he... Oke2.. Tunggu 2 dedengkotnya dulu deh. Ogut ikut aja.

Btw, jadi modifikasi APT itu blm dilakukan bos? Itu di atas cm
algoritma-nya aja? Ta' kirain sudah dibuat :P

Andy Apdhani

unread,
Jan 19, 2009, 6:15:54 AM1/19/09
to Blank...@googlegroups.com
Fajran Iman Rusadi wrote:
>
> Contoh:
>
> 0.1 => 0.1ubuntu1 => 0.1ubuntu1+blankon1
> 0.1 => 0.1+blankon1
>

Klo versi dari ubuntu/debiannya:

0.1-2ubuntu1 jadi 0.1-2ubuntu1+blankon1
0.1-3 jadi 0.1-3+blankon1

begitu kan?

>
> 3. Pada masa transisi ini, konvensi lama akan dibuat kalah oleh
> konvensi baru. Contoh:
>
> 1ubuntu2-3blankon4 < 1ubuntu2+blankon4
>
> Dengan kata lain, nilai -XblankonY akan selalu lebih kecil dibanding +blankonZ
>

Gimana klo konvensi baru ini baru diterapkan untuk paket yg versi upstreamnya
berubah (misal: versi dari 0.1-1 berubah jadi 0.2-1) sedang paket2 yg hanya
berubah dibagian debian revisionnya (misal: 0.1-1ubuntu1 ==> 0.1-1ubuntu2) untuk
sementara pake konvensi lama agar transisi mulus. Ribet gak bos?

Yuk ah mari & salam!

--

[ Andy Apdhani ]
-
Give in to lust, give up to lust!

Fajran Iman Rusadi

unread,
Jan 19, 2009, 6:41:57 AM1/19/09
to Blank...@googlegroups.com
2009/1/19 Andy Apdhani <imth...@gmail.com>:

>
>
> Klo versi dari ubuntu/debiannya:
>
> 0.1-2ubuntu1 jadi 0.1-2ubuntu1+blankon1
> 0.1-3 jadi 0.1-3+blankon1
>
> begitu kan?

ya betul. intinya nambah +blankonX di belakangnya.

paket native debian jadi tetap tak memiliki revisi sih.. contohnya APT

Debian: 0.7.20
Ubuntu: 0.7.6ubuntu14.1
BlankOn: 0.7.6ubuntu14.1+blankon1

humm.. kok kayanya bakal pusing ngurus modifikasi APT nya ya?

>
> Gimana klo konvensi baru ini baru diterapkan untuk paket yg versi upstreamnya
> berubah (misal: versi dari 0.1-1 berubah jadi 0.2-1) sedang paket2 yg hanya
> berubah dibagian debian revisionnya (misal: 0.1-1ubuntu1 ==> 0.1-1ubuntu2) untuk
> sementara pake konvensi lama agar transisi mulus. Ribet gak bos?

kalau begitu, kapan transisi ini selesai?

saya usulkan agar seluruh paket diubah versinya agar mengikuti
konvensi baru itu tujuannya agar seluruh transisi dapat selesai pada
rilis Nanggar ini. Sehingga pada Nanggar+1 tidak ada transisi lagi.

Mohammad Anwari

unread,
Jan 19, 2009, 10:20:47 AM1/19/09
to Blank...@googlegroups.com
Pada 19 Januari 2009 12:09, Fajran Iman Rusadi <faj...@gmail.com> menulis:
...

> Itu saya 2 hal mengenai konvensi versi. Selanjutnya adalah masalah
> modifikasi pada APT.

Akur.

> 1. Transisi dari konvensi lama ke konvensi baru dilakukan pada APT
> yang digunakan oleh Nanggar. Sehingga upgrade dari Meuligoe langsung
> ke Nanggar+1 tidak dijamin berhasil.

Akur.

> 2. Pada masa transisi ini, APT akan mengambil nilai 1ubuntu2-3blankon4
> dari 0.1-1ubuntu2-3blankon4 sebagai versi revisi. Dengan kata lain,
> strip yang diikuti oleh XblankonY akan dimasukkan ke dalam versi
> revisi. Hack tidak benar ini akan dihilangkan pada APT yang digunakan
> oleh Nanggar+1

Setuju.

> 3. Pada masa transisi ini, konvensi lama akan dibuat kalah oleh
> konvensi baru. Contoh:
>
> 1ubuntu2-3blankon4 < 1ubuntu2+blankon4
>
> Dengan kata lain, nilai -XblankonY akan selalu lebih kecil dibanding +blankonZ
>
> 4. Nilai revisi yang mengandung substring +blankonX akan dibuat menang
> jika dibandingkan dengan nilai revisi yang tidak mengandung substring
> tersebut Contoh:
>
> 0.2 < 0.1+blankon1
>
> Hal ini dilakukan agar paket BlankOn tidak cepat tertinggal.
>
> Pada APT yang digunakan oleh Nanggar+1, hanya modifikasi nomor 4 yang
> diterapkan karena modifikasi nomor 2 dan 3 hanya dilakukan demi
> kepentingan transisi pada rilis Nanggar ini.

Setuju.
Udah ada prototip/patch?

> ## KEWAJIBAN PEMAKET
>
> 1. SELURUH paket BlankOn yang ada di Meuligoe HARUS diperbaiki
> versinya agar menggunakan konvensi baru walau paket tersebut tidak
> mengalami perubahan. Hal ini perlu dilakukan agar transisi dapat
> dilakukan secara menyeluruh dan tidak ada paket yang tertinggal
> sehingga upgrade Meuligoe => Nanggar => Nanggar+1 dapat dilakukan.

Jadi sekedar kirim surat ke irgsh buat semua paket?

> 2. Seluruh paket yang digunakan oleh Nanggar dan rilis selanjutnya
> HARUS menggunakan konvensi baru.

Setuju.

> sekian saja usulan dari saya. Mohon tanggapan rekan2, terutama
> koordinator pemaket.

Kalo bisa patch apt buat Nanggar+1 juga udah tersedia, atau paling
ngga kisi2nya, jadi tinggal pasang walaupun misale Anda diculik UFO di
Nanggar+1.

Tetapi, ada cara lain supaya kita ga usah ngepatch APT di Nanggar+1 ke atas?

Fajran Iman Rusadi

unread,
Jan 19, 2009, 11:01:48 AM1/19/09
to Blank...@googlegroups.com
2009/1/19 Mohammad Anwari <md...@mnots.eu>:

>>
>> Pada APT yang digunakan oleh Nanggar+1, hanya modifikasi nomor 4 yang
>> diterapkan karena modifikasi nomor 2 dan 3 hanya dilakukan demi
>> kepentingan transisi pada rilis Nanggar ini.
>
> Setuju.
> Udah ada prototip/patch?

belum ada.

>
> Jadi sekedar kirim surat ke irgsh buat semua paket?
>

setelah itu tentu saja harus dikerjakan oleh pemaket yang bersangkutan.

>> sekian saja usulan dari saya. Mohon tanggapan rekan2, terutama
>> koordinator pemaket.
>
> Kalo bisa patch apt buat Nanggar+1 juga udah tersedia, atau paling
> ngga kisi2nya, jadi tinggal pasang walaupun misale Anda diculik UFO di
> Nanggar+1.
>
> Tetapi, ada cara lain supaya kita ga usah ngepatch APT di Nanggar+1 ke atas?

Andai paket BlankOn mau dibuat bersaing secara sehat dg paket Ubuntu,
tidak perlu ada patch yg dibuat.

dengan kata lain, https://bugs.launchpad.net/blankon/+bug/184476 dibuat wontfix.

Fajran Iman Rusadi

unread,
Jan 19, 2009, 11:05:11 AM1/19/09
to Blank...@googlegroups.com
2009/1/19 Mohammad Anwari <md...@mnots.eu>:

>>
>> 4. Nilai revisi yang mengandung substring +blankonX akan dibuat menang
>> jika dibandingkan dengan nilai revisi yang tidak mengandung substring
>> tersebut Contoh:
>>
>> 0.2 < 0.1+blankon1
>>

aduh contoh ini salah.

dibuat menang hanya pada bagian versi revisi. jadi..

0.2-1 > 0.1-1+blankon2
0.1-2 < 0.1-1+blankon2

namun.. jadi muncul pertanyaan baru.

bagaimana jika tidak ada bagian versi revisi? contohnya pada paket APT.

Fajran Iman Rusadi

unread,
Jan 19, 2009, 5:22:42 PM1/19/09
to Blank...@googlegroups.com
2009/1/19 Fajran Iman Rusadi <faj...@gmail.com>:
> 2009/1/19 Mohammad Anwari <md...@mnots.eu>:
>>>
>>> Pada APT yang digunakan oleh Nanggar+1, hanya modifikasi nomor 4 yang
>>> diterapkan karena modifikasi nomor 2 dan 3 hanya dilakukan demi
>>> kepentingan transisi pada rilis Nanggar ini.
>>
>> Setuju.
>> Udah ada prototip/patch?
>
> belum ada.

prototipe awal coba lihat di http://gist.github.com/49204

udah saya tandai juga bagian yang perlu dihapus untuk apt pada nanggar+1

di situ ada berkas testcases.txt. mohon ditambah untuk memperkaya
kasus ujicoba untuk menguji kebenaran modifikasi.

AinulHakim عين الحكم

unread,
Jan 19, 2009, 8:01:15 PM1/19/09
to Blank...@googlegroups.com
2009/1/19 Fajran Iman Rusadi <faj...@gmail.com>:
>>> 0.2 < 0.1+blankon1
>>>
>
> aduh contoh ini salah.
>
> dibuat menang hanya pada bagian versi revisi. jadi..
>
> 0.2-1 > 0.1-1+blankon2
> 0.1-2 < 0.1-1+blankon2

setuju


>
> namun.. jadi muncul pertanyaan baru.
>
> bagaimana jika tidak ada bagian versi revisi? contohnya pada paket APT.

mungkin bikin exlude untuk paket APT sehingga patch yg dibuat blankon
untuk paket APT tidak hilang begitu saja ?

`sori urun rembug walo pada versi ini belum bisa ikut pemaket lagi`

--
Ainul Hakim
http://hakim.SmartIKON.com
Linux User #417333 Ubuntu User #16430
Awari Member # 17
Semarang Linux http://semarang.linux.or.id http://ubuntu-semarang.org

Fajran Iman Rusadi

unread,
Jan 23, 2009, 4:34:54 PM1/23/09
to Blank...@googlegroups.com
2009/1/19 Muhammad Bayu <ram...@gmail.com>:

>
> 2009/1/19 Fajran Iman Rusadi <faj...@gmail.com>:
>> eh jangan asal ketok palu dulu.. mdamt, imtheface, ada tanggapan ngga nih?
>
> He he he... Oke2.. Tunggu 2 dedengkotnya dulu deh. Ogut ikut aja.
>
> Btw, jadi modifikasi APT itu blm dilakukan bos? Itu di atas cm
> algoritma-nya aja? Ta' kirain sudah dibuat :P
>

kan di SDLC ada analysis, design, implementation, testing, n deploy.
yg ditulis di sini itu analysis/design aja =D
implementasi awal udah ada di http://gist.github.com/49204
tinggal testing2 sampe puwas nih.. itu testcase kayanya blom lengkap,
jadi tolong dilengkapi dulu..

kalo udah oke, sebagai bos pemaket, silakan ketok palu tentang
konvensi baru ini.
lalu pemelihara apt tolong mengadaptasi kodingan di
http://gist.github.com/49204 tadi ke paket apt tuk BlankOn.

Fajran Iman Rusadi

unread,
Jan 29, 2009, 12:59:51 PM1/29/09
to Blank...@googlegroups.com
kayanya belom komplit dan/atau ada yg salah ini konvensinya =D akan
saya renungkan lagi dulu..

bos pemaket belom ketok palu kan?

Fajran Iman Rusadi

unread,
Jan 29, 2009, 2:19:44 PM1/29/09
to Blank...@googlegroups.com
Setelah berdiskusi dg imtheface, inilah revisi baru atas usulan
konvensi versi yang digunakan di BlankOn.

## LATAR BELAKANG

Pada dasarnya ada 2 jenis paket yang masuk ke repositori BlankOn
1. Paket yang diturunkan dari distribusi lain
2. Paket yang benar2 baru ada cuma di BlankOn.

Masing-masing jenis juga bisa digolongkan menjadi dua, yaitu
1. Paket native
2. Paket non-native

Paket native adalah paket yang dibuat khusus untuk sebuah distribusi.
Misalnya APT pada Debian yang kemudian diturunkan ke Ubuntu dan
BlankOn.

Paket non-native adalah paket yang dimasukkan ke sebuah distribusi
namun tidak khusus dibuat untuk distribusi tersebut, contoh Daluang.

## KONVENSI

Dengan demikian, ada 4 buah kasus yang mungkin terjadi. Berikut ini
adalah konvensi pembuatan versi untuk setiap kasus yang ada.

1. Paket turunan dan native. Contoh: apt

Debian: 1.2
Ubuntu: 1.2ubuntu3
BlankOn: 1.2ubuntu3+blankon4

=> Tambah akhiran +blankonX

2. Paket turunan dan tidak native:

Debian: 1.2-3
Ubuntu: 1.2-3ubuntu4
BlankOn: 1.2-3ubuntu4+blankon5

=> Tambah akhiran +blankonX

3. Paket baru dan native. Contoh: blankon-docs

BlankOn: 4.0

=> Gunakan versi yang ada apa adanya. Tidak ada penambahan apa-apa.

4. Paket baru dan tidak native. Contoh: daluang

Upstream: 0.3
BlankOn: 0.3-0+blankon1

=> Tambah akhiran -0+blankonX

Mengapa diawali oleh -0 ? Agar memberi kesempatan Debian untuk membuat
revisi pertamanya. Cara ini juga dipakai oleh Ubuntu misalnya pada
paket gedit.

Versi pada ubuntu: 2.22.1-0ubuntu1

Kalau dilihat di situ, nilai debian_revision adalah 0. Sedangkan
menurut UUD, nilai debian_revision dimulai dari angka 1.

"It is conventional to restart the debian_revision at 1 each time the
upstream_version is increased."


5. Nilai X pada +blankonX dan -0+blankonX selalu dimulai dari angka 1
andai versi di bagian depannya mengalami peningkatan.


## MODIFIKASI APT

1. Transisi dari konvensi lama ke konvensi baru dilakukan pada APT
yang digunakan oleh Nanggar. Sehingga upgrade dari Meuligoe langsung
ke Nanggar+1 tidak dijamin berhasil.

2. Pada masa transisi ini, APT akan mengambil nilai 1ubuntu2-3blankon4


dari 0.1-1ubuntu2-3blankon4 sebagai versi revisi. Dengan kata lain,
strip yang diikuti oleh XblankonY akan dimasukkan ke dalam versi
revisi. Hack tidak benar ini akan dihilangkan pada APT yang digunakan
oleh Nanggar+1

3. Pada masa transisi ini, konvensi lama akan dibuat kalah oleh
konvensi baru. Contoh:

1ubuntu2-3blankon4 < 1ubuntu2+blankon4

Dengan kata lain, nilai -XblankonY akan selalu lebih kecil dibanding +blankonZ

4. Nilai fragmen (versi upstream dan revisi) yang mengandung substring
+blankonX akan dibuat menang jika dibandingkan dengan nilai fragmen


yang tidak mengandung substring tersebut Contoh:

0.2 < 0.1+blankon1 (paket native, +blankonX terdapat pada fragmen
versi upstream)
0.1-2 < 0.1-1+blankon1
0.1-2ubuntu3 < 0.1-2ubuntu2+blankon1

Hal ini dilakukan agar paket BlankOn tidak cepat tertinggal.

Pada APT yang digunakan oleh Nanggar+1, hanya modifikasi nomor 4 yang
diterapkan karena modifikasi nomor 2 dan 3 hanya dilakukan demi
kepentingan transisi pada rilis Nanggar ini.

Itu saja rasanya. Inti perubahan ada pada konvensi versi untuk paket
turunan native dan paket baru tidak native.

Mohon tanggapannya.

MSulchan Darmawan

unread,
Jan 29, 2009, 8:24:39 PM1/29/09
to Blank...@googlegroups.com
On Thu, 29 Jan 2009 20:19:44 +0100
Fajran Iman Rusadi <faj...@gmail.com> wrote:

> Pada dasarnya ada 2 jenis paket yang masuk ke repositori BlankOn
> 1. Paket yang diturunkan dari distribusi lain
> 2. Paket yang benar2 baru ada cuma di BlankOn.
>
> Masing-masing jenis juga bisa digolongkan menjadi dua, yaitu
> 1. Paket native
> 2. Paket non-native

Saya bukan menanggapi masalah pemversian, namun lebih ke konsistensi
istilah, sehingga harapannya enggak membingungkan baik itu untuk dev
baru maupun untuk saya khususnya :D (Atau cuma saya doang yg bingung
ya ? hehehe...).

Konsistensi istilah misalnya : berdasarkan pembagian paket diatas,
pemahaman saya ada 4 paket yaitu :
1. Paket Turunan Native
2. Paket Turunan non-native
3. Paket BlankOn Native
4. Paket BlankOn non-native

Lalu kaitannya dengan istilah yg ada di dev.boi saat ini, misal :
1. Bibit Paket
2. Paket Impor
3. Paket Khas

Kurang lebihnya mohon maaf.
Hanya sekedar masukan sederhana demi kemajuan BlankOn.

--
Cheers,
[-Sulchan-]
http://bleketux.wordpress.com

signature.asc

Andy Apdhani

unread,
Jan 29, 2009, 9:44:38 PM1/29/09
to Blank...@googlegroups.com
MSulchan Darmawan wrote:
>
> Lalu kaitannya dengan istilah yg ada di dev.boi saat ini, misal :
> 1. Bibit Paket

Ini isinya daftar paket2 mau mau dimasukkan ke CD.

> 2. Paket Impor

Impor itu sebenernya sih paket non-native (atau upstream istilahnya klo di
debian/ubuntu).

> 3. Paket Khas
>

sama aja dengan paket native.

Ini ada beberapa perbedaan antara native & upstream yang saya tau. Oh yah
istilah native atau upstream disini artinya kita sedang membicarakan jenis paket
source yah, klo dah jadi binary yah semua sama disebutnya: paket debian (.deb).
Bukan begitu bos? CMIIW.

Ciri2 native:
- klo di repo adalah paket source yang berakhiran ".tar.gz"
- perubahan maintainer langsung dilakukan di source code tanpa perlu repot2
bikin patch segala.
- sudah tersedia direktori debian klo kita extract paket sumbernya.

Ciri2 upstream:
- klo di repo adalah paket source yang berakhiran "orig.tar.gz".
- perubahan maintainer dilakukan dalam bentuk patch, ini nanti yang akan jadi
file ".diff.gz".
- kode sumber gak boleh diutak atik secara langsung (klo diextract isinya harus
sama dengan paket asli yang kita ambil dari upstream).

Yuk ah mari & salam!

--

[ Andy Apdhani ]
-
The passing of time and all of its sickening crimes is making me sad again.

MSulchan Darmawan

unread,
Jan 29, 2009, 10:11:41 PM1/29/09
to Blank...@googlegroups.com
On Fri, 30 Jan 2009 09:44:38 +0700
Andy Apdhani <imth...@gmail.com> wrote:

> Ini ada beberapa perbedaan antara native & upstream yang saya tau. Oh
> yah istilah native atau upstream disini artinya kita sedang
> membicarakan jenis paket source yah, klo dah jadi binary yah semua
> sama disebutnya: paket debian (.deb).

Terima kasih atas penjelasannya bos...

signature.asc

Muhammad Bayu

unread,
Jan 30, 2009, 9:28:44 PM1/30/09
to Blank...@googlegroups.com
2009/1/30 Fajran Iman Rusadi <faj...@gmail.com>:

> 4. Paket baru dan tidak native. Contoh: daluang
>
> Upstream: 0.3
> BlankOn: 0.3-0+blankon1
>
> => Tambah akhiran -0+blankonX

Kenapa tidak 0.3-0blankon1 saja seperti contoh ubuntu di bawah ini?

>
> Mengapa diawali oleh -0 ? Agar memberi kesempatan Debian untuk membuat
> revisi pertamanya. Cara ini juga dipakai oleh Ubuntu misalnya pada
> paket gedit.
>
> Versi pada ubuntu: 2.22.1-0ubuntu1

>


> Itu saja rasanya. Inti perubahan ada pada konvensi versi untuk paket
> turunan native dan paket baru tidak native.

Dari sini apakah perlu merubah fungsi DoCmpVersion lagi bos di paket APT?

>
> Mohon tanggapannya.

Mungkin ada tanggapan dari yang lain?

Andy Apdhani

unread,
Feb 15, 2009, 11:08:51 PM2/15/09
to Blank...@googlegroups.com
Fajran Iman Rusadi wrote:
>
> Itu saja rasanya. Inti perubahan ada pada konvensi versi untuk paket
> turunan native dan paket baru tidak native.
>
> Mohon tanggapannya.
>

Nemu kondisi yang aneh nih bos. Okeh di Ubuntu ada paket abc versi 0.5.26
kemudian diturunkan ke BlankOn versinya jadi 0.5.26+blankon1 kan? Trus Ubuntu
meng-update paket abc, hingga versinya berubah jadi 0.5.26build1. Menurut
perbandingan via dpkg 0.5.26build1 > 0.5.26, ini bener sesuai ama yg diinginkan
tapi klo ngebandingkan versi BlankOn dengan Ubuntu katanya 0.5.26build1 <
0.5.26+blankon1, gak bener nih klo menurut saya sih, nah ini kira2 apa yg bikin
versi BlankOn selalu lebih besar daripada Ubuntu? Ada ide?

Yuk ah mari & salam!

--

[ Andy Apdhani ]
-
Come and dance beneath the light.

Andy Apdhani

unread,
Feb 15, 2009, 11:16:56 PM2/15/09
to Blank...@googlegroups.com
Andy Apdhani wrote:
> perbandingan via dpkg 0.5.26build1 > 0.5.26, ini bener sesuai ama yg diinginkan
> tapi klo ngebandingkan versi BlankOn dengan Ubuntu katanya 0.5.26build1 <
> 0.5.26+blankon1, gak bener nih klo menurut saya sih, nah ini kira2 apa yg bikin
> versi BlankOn selalu lebih besar daripada Ubuntu? Ada ide?
>

Tambahan dikit:
$ dpkg --compare-versions 0.5.26-blankon1 lt 0.5.26build1 && echo true
true

Jadi 0.5.26 < 0.5.26-blankon1 < 0.5.26build1 < 0.5.26+blankon1, tanya kenapa?

Yuk ah mari & salam!

--

[ Andy Apdhani ]
-
Destroy. Kill all hippies!

Fajran Iman Rusadi

unread,
Feb 16, 2009, 1:57:00 AM2/16/09
to Blank...@googlegroups.com
2009/2/16 Andy Apdhani <imth...@gmail.com>:

>
> Nemu kondisi yang aneh nih bos. Okeh di Ubuntu ada paket abc versi 0.5.26
> kemudian diturunkan ke BlankOn versinya jadi 0.5.26+blankon1 kan? Trus Ubuntu
> meng-update paket abc, hingga versinya berubah jadi 0.5.26build1. Menurut
> perbandingan via dpkg 0.5.26build1 > 0.5.26, ini bener sesuai ama yg diinginkan
> tapi klo ngebandingkan versi BlankOn dengan Ubuntu katanya 0.5.26build1 <
> 0.5.26+blankon1, gak bener nih klo menurut saya sih, nah ini kira2 apa yg bikin
> versi BlankOn selalu lebih besar daripada Ubuntu? Ada ide?
>

#define order(x) ((x) == '~' ? -1 \
: isdigit((x)) ? 0 \
: !(x) ? 0 \
: isalpha((x)) ? (x) \
: (x) + 256)

+ itu masuk ke aturan terakhir kayanya.. (x) + 256
jadi ~ < angka < huruf < karakter lain.

jadi bagaimana nih enaknya?

Fajran Iman Rusadi

unread,
Feb 16, 2009, 2:02:53 AM2/16/09
to Blank...@googlegroups.com
2009/2/16 Andy Apdhani <imth...@gmail.com>:

> Nemu kondisi yang aneh nih bos. Okeh di Ubuntu ada paket abc versi 0.5.26
> kemudian diturunkan ke BlankOn versinya jadi 0.5.26+blankon1 kan? Trus Ubuntu
> meng-update paket abc, hingga versinya berubah jadi 0.5.26build1. Menurut
> perbandingan via dpkg 0.5.26build1 > 0.5.26, ini bener sesuai ama yg diinginkan
> tapi klo ngebandingkan versi BlankOn dengan Ubuntu katanya 0.5.26build1 <
> 0.5.26+blankon1, gak bener nih klo menurut saya sih, nah ini kira2 apa yg bikin
> versi BlankOn selalu lebih besar daripada Ubuntu? Ada ide?

ngomong2, ini benar ada yg seperti ini atau cuma contoh kasus aja?

kalau pake akhiran blankon1 (seperti halnya ubuntu yg cuma nambahin
ubuntuX) juga seharusnya akan menimbulkan masalah..

misalnya:
- debian: 1.2.3
- ubuntu: 1.2.3ubuntu4

lalu ada perubahan sehingga menjadi
- debian: 1.2.3build4

nah kalau 1.2.3ubuntu4 dibandingkan dg 1.2.3build4, seharusnya
1.2.3ubuntu4 masih menang.

Andy Apdhani

unread,
Feb 16, 2009, 2:21:33 AM2/16/09
to Blank...@googlegroups.com
Fajran Iman Rusadi wrote:

>
> ngomong2, ini benar ada yg seperti ini atau cuma contoh kasus aja?
>

Bener ada bos, itu terjadi di libept0 [1] :-D. Dulu pas versi 0.5.26 gw turunin
_sementara_ ke BlankOn (0.5.26+blankon1) [2] sampai si Ubuntu rebuild paketnya.
Nah setelah Ubuntu udah rebuild paketnya (0.5.26build1) ternyata update dari
Ubuntu gak diambil ama pabrik-cd gara2 yah itu versi BlankOn yg dianggap lebih
besar dari Ubuntu (baru tau dari hehehe). Makanya itu pabrik-cd gagal bikin
jahitan sebab masih pake 0.5.26+blankon1 yg depend ke libapt-pkg-* lama.

Yuk ah mari & salam!

[1]
http://changelogs.ubuntu.com/changelogs/pool/main/libe/libept/libept_0.5.26build1/changelog
[2] http://groups.google.com/group/BlankOn-dev/msg/accc28b87d42f5fd


--

[ Andy Apdhani ]
-
I left my lady in the launderette. You can put some money on it,
you can place a little bet.

Fajran Iman Rusadi

unread,
Feb 16, 2009, 2:38:38 AM2/16/09
to Blank...@googlegroups.com
2009/2/16 Andy Apdhani <imth...@gmail.com>:

>
> Bener ada bos, itu terjadi di libept0 [1] :-D. Dulu pas versi 0.5.26 gw turunin
> _sementara_ ke BlankOn (0.5.26+blankon1) [2] sampai si Ubuntu rebuild paketnya.
> Nah setelah Ubuntu udah rebuild paketnya (0.5.26build1) ternyata update dari

seharusnya kalo paket tsb statusnya adalah turunan dari debian, andai
ada perubahan dari ubuntu maka musti ditambah akhiran ubuntuX kan?

kalo kasusnya kaya gini ya susah jg.

> Ubuntu gak diambil ama pabrik-cd gara2 yah itu versi BlankOn yg dianggap lebih
> besar dari Ubuntu (baru tau dari hehehe). Makanya itu pabrik-cd gagal bikin
> jahitan sebab masih pake 0.5.26+blankon1 yg depend ke libapt-pkg-* lama.

solusinya berarti ngapus paket 0.5.26+blankon1 dari repo dan bikin
0.5.26build1+blankon1

ngomong2, itu paket apa? apa yg diubah di blankon?

Andy Apdhani

unread,
Feb 16, 2009, 2:46:06 AM2/16/09
to Blank...@googlegroups.com
Fajran Iman Rusadi wrote:
>
> seharusnya kalo paket tsb statusnya adalah turunan dari debian, andai
> ada perubahan dari ubuntu maka musti ditambah akhiran ubuntuX kan?
>

Itu keknya gak ada yg diubah apa2 ama Ubuntu, diambil apa adanya dari Debian
makanya gak tambah embel2 ubuntuX.

>
> solusinya berarti ngapus paket 0.5.26+blankon1 dari repo dan bikin
> 0.5.26build1+blankon1
>

Udah diapus & gak perlu diturunkan lagi soalnya paket libept0 yg Ubuntu dah
bener skr.

> ngomong2, itu paket apa? apa yg diubah di blankon?
>

Gak ada cuman bangun ulang doank. Kenapa perlu direbuild bisa liat tret ini. [1]

Yuk ah mari & salam!

[1] http://groups.google.com/group/BlankOn-dev/msg/b4921e803d7a8a65

--

[ Andy Apdhani ]
-
I gave myself to sin, I gave myself to providence and I've
been there and back again - the state that I am in.

Fajran Iman Rusadi

unread,
Feb 16, 2009, 3:10:31 AM2/16/09
to Blank...@googlegroups.com
2009/2/16 Andy Apdhani <imth...@gmail.com>:

>
> Itu keknya gak ada yg diubah apa2 ama Ubuntu, diambil apa adanya dari Debian
> makanya gak tambah embel2 ubuntuX.

ubuntu *juga* cuma ngebangun ulang kaya BlankOn?
jadi BlankOn ngeduluin Ubuntu dong =P

Andy Apdhani

unread,
Feb 16, 2009, 3:29:07 AM2/16/09
to Blank...@googlegroups.com
Fajran Iman Rusadi wrote:
>
> ubuntu *juga* cuma ngebangun ulang kaya BlankOn?
> jadi BlankOn ngeduluin Ubuntu dong =P
>

Yah begitu lah, soalnya dulu apt BlankOn dah dibangun pake libc terbaru,
sementara waktu itu apt Ubuntu belum juga dibangun ulang. Daripada nunggu Ubuntu
rebuild ulang paket2nya (ntah kapan gak tau pastinya) mau tidak mau yah paket2
yg membutuhkan libapt-pkg-libcXX (provides oleh apt) seperti aptitude dan
libept0 perlu direbuild sementara klo tidak mau broken, sembari nunggu update
Ubuntu. Bukan begitu bos? hehehe

Yuk ah mari & salam!

--

[ Andy Apdhani ]
-
You just haven't earned it yet, baby.

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages