> >> Kalau tidak salah waktu itu menggantikan rhythmbox dari ubuntu. Sempat di
> >> riset bahwa exaile lebih ringan (dan mungkin lebih hemat space CD)
> > Soalnya saya pernah ngomong2 sama pak Sokhibi itu exaile kutunya amat
> > banyak,
> Ada usulan pengganti aplikasi pemutar musik selain Exaile pak?
Kalo saya lebih suka pakai Rhythmbox pak, kalo di Exaile pas buka
banyak lagu sekaligus suka error.
Alternatif lain mungkin bisa Audacious yang ringan.
Ada yang tahu kenapa dulu BlankOn menggunakan exaile?
----------------------------------------------- kalau boleh usul mending Exaile di hilangkan saja, untuk memutar lagu khan bisa memakai Totem/pemutar film, jadi kalau aplikasi kusus untuk pemutar lagu biar dipasang sendiri oleh pengguna, seperti OS sebelah kan cuma menyediakan WMP saja
Pada tanggal 07/02/12, sokh...@semarang.di.blankon.in <istanali...@gmail.com> menulis:
> Ada yang tahu kenapa dulu BlankOn menggunakan exaile?
> ----------------------------------------------- > kalau boleh usul mending Exaile di hilangkan saja, untuk memutar lagu > khan bisa memakai Totem/pemutar film, jadi kalau aplikasi kusus untuk > pemutar lagu biar dipasang sendiri oleh pengguna, seperti OS sebelah > kan cuma menyediakan WMP saja
Terus terang saya sendiri tidak suka pake exaile, suaranya cempreng alias kurang bagus. Favorit saya sih rhythmbox untuk manajemen playlist, audacious juga oke untuk live-livan. :D
"Samsul Ma'arif" <m...@samsul.web.id> wrote: > Terus terang saya sendiri tidak suka pake exaile, suaranya cempreng > alias kurang bagus. Favorit saya sih rhythmbox untuk manajemen > playlist, audacious juga oke untuk live-livan. :D
Audacious bisa pakai Jack, ini bisa digunakan untuk nge-Jam bareng atau karaoke. :D
Akhmat Safrudin <akhmat.safru...@gmail.com> wrote: > Kalau Banshee bagaimana? Lebih bagus lagi dibuatkan wiki yang memuat > daftar aplikasi pemutar musik, lalu dibuat perbandingan.
Barusan pasang banshee, sekilas enak kalau pakai ipod, dicolok langsung bisa dikenali si ipodnya sama banshee. tapi saya liat tidak ada pilihan outputnya bisa milih mau pakai pulse audio atau alsa atau jack.
saya juga suka pakai rhytmbox..judul lagu yg diputar bs di share di status ym...
On 2/7/12, princeofgiri <princeofg...@di.blankon.in> wrote:
> On Wed, 08 Feb 2012 11:55:05 +0700 > Akhmat Safrudin <akhmat.safru...@gmail.com> wrote:
>> Kalau Banshee bagaimana? Lebih bagus lagi dibuatkan wiki yang memuat >> daftar aplikasi pemutar musik, lalu dibuat perbandingan.
> Barusan pasang banshee, sekilas enak kalau pakai ipod, dicolok langsung > bisa dikenali si ipodnya sama banshee. tapi saya liat tidak ada pilihan > outputnya bisa milih mau pakai pulse audio atau alsa atau jack.
-- ---------------------------------------- Widijanto Judono, S.Sos Labdik Sosiologi Antropologi PPPPTK PKn dan IPS Jl. Raya Arhanud, Junrejo, Pendem Batu - Jawa Timur www.p4tkpknips.org
> Barusan pasang banshee, sekilas enak kalau pakai ipod, dicolok langsung > bisa dikenali si ipodnya sama banshee. tapi saya liat tidak ada pilihan > outputnya bisa milih mau pakai pulse audio atau alsa atau jack.
saya pengguna banshee. kelebihan banshee, bisa memutar berkas fidio. "kelebihan" lainnya, banshee ini untuk memulanya lumayan berat. menunggunya "agak" lama kalo misalnya digunakan oleh mesin2 ber-memori rendah. demikian.
> Kayaknya butuh pertolongan pak mdamt tentang item-item yang perlu > dibandingkan. :D
Buat studi kasus dengan minimal 100, 500 dan 1000 lagu. Dilakukan di komputer yang sama. Masing2 kasus melihat: - "Waktu memulai": sejak klik ikon hingga antarmuka bisa digunakan (menu bisa diklik, dst) - Besar memori yang digunakan - Ulangi prosedur di atas sambil menjalankan libreoffice - Ulangi prosedur di atas sambil menjalankan libreoffice + chromium (halaman dan dokumen yang dibuka harus sama)
Jadi prosedurnya: - Bersihkan daftar lagu. - Tambah 100 lagu, - Lakukan observasi - Tambah lagu hingga 500 - reboot - Lakukan observasi - Tambah lagu hingga 1000 - reboot - Lakukan observasi
Lainnya: - Ketersediaan terjemahan Bahasa Indonesia - Gtk3 - Fitur (kapabilitas pemilihan porta audio, koneksi ke ipod, gambar album, radio internet dst)
>>>> Kalau tidak salah waktu itu menggantikan rhythmbox dari ubuntu. Sempat di >>>> riset bahwa exaile lebih ringan (dan mungkin lebih hemat space CD) >>> Soalnya saya pernah ngomong2 sama pak Sokhibi itu exaile kutunya amat >>> banyak, >> Ada usulan pengganti aplikasi pemutar musik selain Exaile pak? > Kalo saya lebih suka pakai Rhythmbox pak, kalo di Exaile pas buka > banyak lagu sekaligus suka error. > Alternatif lain mungkin bisa Audacious yang ringan.
saya menggunakan XNOISE alasannya ya cuma satu, ringan alasan sama dengan kukuh